suram dan sepi
gambaran kala ini
tika dibiarkan
tanpa hirau di hati
Tuhan ku....
izinkanlah aku bersuara padaMu
tentang luka yang makin parah
mengharap redho Mu
meminta ikhsanMu
........
luka toresan sebuah rasa
begitu perit dirasa
izinkanlah
aku berdiri semula
dalam genang gelodak hati
dalam keruhnya muara rasa
cuba ku rawat
dalam ngilu ukiran jiwa
aku pasrah kini
izinkanlah aku pergi
meninggalkan sekelumit rasa berbaki
agar aku mampu tersenyum lagi
dalam jejak belantara hati
yang dipermainkan
leraikanlah rasa ini
sesungguhnya aku terdampar
dalam pilu mengharap ihsanMU
Khamis, 21 Ogos 2014
Isnin, 11 Ogos 2014
resah rindu
sesaat tiba
kala kasih bertamu
menjemput rindu
tapi pudar warna tawa
kala di ragut hiba
tetiba suram melingkar
tabir rasa
waktu bicara terhenti
di maya
terhijab segala sepi
aku tak mampu lagi
bertahan dalam gelisah ini
kala kasih bertamu
menjemput rindu
tapi pudar warna tawa
kala di ragut hiba
tetiba suram melingkar
tabir rasa
waktu bicara terhenti
di maya
terhijab segala sepi
aku tak mampu lagi
bertahan dalam gelisah ini
Sabtu, 12 Julai 2014
petir luka
ketika secarik hiba tersentap
segalur rasa membenih
menyempadankan suka
meraih sayu
saat keluh gundah bertamu
sekilat petir menyinga
mengaummm
membaham bahagia
jeram curam membelah
muka bumi retak beralah
langit menangis hiba
selaut genangi rasa
segalur rasa membenih
menyempadankan suka
meraih sayu
saat keluh gundah bertamu
sekilat petir menyinga
mengaummm
membaham bahagia
jeram curam membelah
muka bumi retak beralah
langit menangis hiba
selaut genangi rasa
Langgan:
Catatan (Atom)