aku sentiasa melihat tawa dan tangis di matanya. ada sisipan hiba terkunci, tak terlerai dek tawa.
aku sentiasa berpusing menoleh, ada bebayang kelam mengekori.
dan ada ketika
bila tertores luka dijangka, aku menghela nafas berbau kecewa
tapi bukan sesalan bertimpa
tapi bukan juga esakan bergumpal
bendindingkan hati yang tersisa cekal
berlantaikan sabar yang berjongkang jongkit
beratapkan iman yang selaut di raih
muzik itu alunannya berseni
kiasan itu pelangi yang mencuri pandang
melodi hati berentakkan emosi
kalut menenangkan jiwa bersalju
ku titip sejuta rindu tak bernada
ku titip selaut kasih tak bertebing
ku titip sedingin bayu menjemput hadirmu
di balik tabir mengurung diri
di balik kemilau neon menerangi
lorong2 hati yang kelam tak berpenghuni
ku terjah rasa tak pasti
ku lontar memori itu
berbalik pulang padaku
katanya.....
di bawa pesan rindu
di bawa pesan berlagu
kau mawarku
setialah menunggu
Selasa, 23 September 2014
Isnin, 1 September 2014
bila si camar hilang
cuma ada seraut wajah
bercerita tentang resah
terdampar di muara
jauh dari hiruk pikuk
hilai tawa mengilai
yang ditiup hembusan bayu
sekadar keringat terpercik
berbutir di dahi
mengelap ejekan nurani
tangis sang puteri
camar yang hilang tak kelihatan lagi
di langit terang si suluh mentari
sang kejora menanti
menyorong diri
namun si camar pergi
kekek ketawa terhenti
kala langit memberi isyaratnya
camar hilang dalam kelam awan
bercerita tentang resah
terdampar di muara
jauh dari hiruk pikuk
hilai tawa mengilai
yang ditiup hembusan bayu
sekadar keringat terpercik
berbutir di dahi
mengelap ejekan nurani
tangis sang puteri
camar yang hilang tak kelihatan lagi
di langit terang si suluh mentari
sang kejora menanti
menyorong diri
namun si camar pergi
kekek ketawa terhenti
kala langit memberi isyaratnya
camar hilang dalam kelam awan
Selasa, 26 Ogos 2014
segalanya tentang dia
satu saat aku cuba membuka ruang hati, memberi laluan sinar baru.......memberanikan diri mempertaruhkan bahagia.
satu saat aku cuba menyekat ruang rasa dihimpit resah......bersarang rasa tak berbagi
satu saat aku cuba menidakkan gelisah mimpi
satu saat aku cuba berbohong tentang rindu
satu saat aku cuba menyangkal erti kasih bertamu
sedang saat itu kian berlalu
sedang rasa itu membeku
sedang mimpi itu berlabuh
sedang kasih itu itu berlalu
aku masih di sini......
menanti resah di akhiri
menanti mimpi yang tak nyata
menanti rindu yang tak berpenghujung
menanti kasihmu tak kunjung datang
dan saat ini.....
ketika resah itu menjadi gundah
saat ini
ketika rasa itu tersudah
saat ini
ketika rindu tak menyapa
aku kian mengerti
perjalanan ku terhenti
di sebalik tabir malam yang sepi
di sebalik deru angin malam yang berlagu
di sebalik kalam yang bisu
tertulis nokhtahmu
kau tiada lagi
tiada bersamaku
membina mimpi
tiada di sisiku
mengesat titis airmata
tiada di sisiku
menyangkal nista bertimpa
tiada di sisiku
menyambut rindu yang menghujan hati
tersedar aku
dalam realiti
aku tak daya
walau menyentuh bebayangmu
tersendiri
dalam rindu yang panjang dan membungkam
tanpa pesan
tanpa salam
kau pergi.......
kini
aku cuba
cuba untuk berdiri
dengan bayangku sendiri
menjadi paksi
namun berpayung
di bawah lembayung kasihmu yang abadi
satu saat aku cuba menyekat ruang rasa dihimpit resah......bersarang rasa tak berbagi
satu saat aku cuba menidakkan gelisah mimpi
satu saat aku cuba berbohong tentang rindu
satu saat aku cuba menyangkal erti kasih bertamu
sedang saat itu kian berlalu
sedang rasa itu membeku
sedang mimpi itu berlabuh
sedang kasih itu itu berlalu
aku masih di sini......
menanti resah di akhiri
menanti mimpi yang tak nyata
menanti rindu yang tak berpenghujung
menanti kasihmu tak kunjung datang
dan saat ini.....
ketika resah itu menjadi gundah
saat ini
ketika rasa itu tersudah
saat ini
ketika rindu tak menyapa
aku kian mengerti
perjalanan ku terhenti
di sebalik tabir malam yang sepi
di sebalik deru angin malam yang berlagu
di sebalik kalam yang bisu
tertulis nokhtahmu
kau tiada lagi
tiada bersamaku
membina mimpi
tiada di sisiku
mengesat titis airmata
tiada di sisiku
menyangkal nista bertimpa
tiada di sisiku
menyambut rindu yang menghujan hati
tersedar aku
dalam realiti
aku tak daya
walau menyentuh bebayangmu
tersendiri
dalam rindu yang panjang dan membungkam
tanpa pesan
tanpa salam
kau pergi.......
kini
aku cuba
cuba untuk berdiri
dengan bayangku sendiri
menjadi paksi
namun berpayung
di bawah lembayung kasihmu yang abadi
Langgan:
Catatan (Atom)