Sabtu, 29 Ogos 2015

Doa yang tak pernah putus

Hidup ini adalah satu perjalanan menuju ke satu destinasi yang sama. Tapi ramai yang kecundang mencari arah.

Doa orang yang terainaya in shaa Allah termakbul.  Hari ini aku melihat begitu banyak tipu helah manusia dalam mengejar kesenangan.

Begitu banyak hati yang disakiti kerna sikap manusia.  Tapi tiada satu berpaling untuk kemaafan dan keinsafan.

Tiada kesempatan mengubat luka di perjalanan. Mudahnya terhilang amarah dendam. Tapi terpalit resah bergelumang.

Kata hati tak pernah mencemuh diri.  Biar tersimpan di benak hati.  Camar itu terus terbang mencari.

Dalam doa ku...bahagiakanlah hati mereka yang menyakiti. 

Jumaat, 2 Januari 2015

bicara permata

ketika seorang ibu berbohong
hatinya berkata ....
maafkan ibu permata
andai tak bisa
berlaku sejujurnya
antara hiba dan sayu
ketika tiada siapa
mengesat titis airmatanya
hanya menunduk di sejadahnya
melepas rasa hiba
rasa terluka
mengucap syukur
memohon rahmatNya

hidup baginya
umpama badai yang tak bertepi
resah di hatinya
bagai gerimis nurani
sayup pandangan terlontar
di wajah  rindu tak terungkap
di sebalik senyum
luka dan darah
tak terlihat di mata

resah itu indah baginya
selagi kasih tiada penamatnya...

Selasa, 4 November 2014

kembali asalku

dalam doa ku panjatkan kasih
dalam doa ku mohon redho Mu
bertali arus resah bertamu
membanjiri pantai hati
sedang tebingnya terhakis jua

dalam rindu itu
ku sulamkan kasih
tautan rasa yang tak terlihat
dalam diam memamah luka kelmarin
teguhkah sabar dinihari
andai gerimis bertukar wajah

dalam tenang itu
aku melihatmu
dalam bayangan semalam
lelah merindu tak terasa
kala senyummu terbayang

Tuhan....
gemalaikan rasa sebak itu buatku
pasakkan kasih hanya untukMu
di cerunan luka itu lenyapkanlah
rasa hiba yang bertamu
tika aku bertamu menyahut seruMu
labuhkanlah tirai dukaku

 
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...