jangan berdarah wahai jiwa
kala hatimu terluka
perit menelan
pahitnya
luahan terbuku
secangkir tuba dicurah
meresap dalam rekahan
penawar tak kunjung tiba
bernanah dan tersiat
melarat
Sabtu, 1 Mac 2014
Isnin, 17 Februari 2014
.......aku keliru
longlai merebah tangis
retak bertabur
derai melebur
hati menyonsong hiba
sedetik melara jiwa
naluri wanita juga ibu
diseret gemalai sendu
tak mampu dimengertikan
sekuat dentuman di langit
menjerkah sepi
terpanah halilintar
nurani terbakar
namun terbiar
terlukis jua sinis senyuman
menutup sendu berkabung
terpaku dan lesu
retak bertabur
derai melebur
hati menyonsong hiba
sedetik melara jiwa
naluri wanita juga ibu
diseret gemalai sendu
tak mampu dimengertikan
sekuat dentuman di langit
menjerkah sepi
terpanah halilintar
nurani terbakar
namun terbiar
terlukis jua sinis senyuman
menutup sendu berkabung
terpaku dan lesu
Khamis, 30 Januari 2014
LERAIKANLAH
bila....
ketika waktu kau hadir dulu
aku tak pernah bertanya kenapa hadirmu
dan aku tak pernah mempersoal
saat kau pergi tika itu
tanpa sebarang pesan
aku juga tak bertanya
mengapa ia terjadi
tanpa salam terakhir
izinkan kemaafan ku pohon
walau tanpa izinmu
seketika
kala resah gundah
hati merindui
tika tawaku reda
hati merintih lara
jangan di undang lagi rasa
jangan di simbah lagi luka
jangan pernah ada persoalan
izinkanlah
selangkah menyudah gundah
Langgan:
Catatan (Atom)