Selasa, 16 April 2013

persoalan yang tak mungkin ada jawapan

     perjalanan hidup ini terkadang penuh persoalan yang tak kita temui jawapan yang pasti.  berkurun telah berlalu, namun masih tiada huraian pada persoalan yang tak terungkai. kadang-kadang kita merasakan kita temui titik baru dalam kehidupan kita, tapi sayangnya titik kelam itu tak bernyala.

     bila kita membina harapan, kita mula bermimpi tentang indahnya kenyataan.  sayangnya langit petang membawa mendung yang berpanjangan.  di manakah silap langkah kita? termenung di jendela kala resah bertamu di hati kita. tak termampu mengolek mimpi di buaian indah.  saat airmata menakung sepi itu, kita cuba halang kecewa bertamu, menidakkan kemarau jawapan tappi siapa kita?

     andai tertulis jawapan itu bukan pengakhirnya, maka kita terpaksa teruskan pencarian atau melupakan.  dan bila kita lelah, kita menghela nafas yang panjang seolah akhirannya punah.

     setelah apa yang aku lalui selama ini, aku berhenti berlari. lari dari mencari jawapan yang hilang.  lari dari masa lalu yang kini jadi sejarah.  terasa begitu penat perjalanan selama ini.  tersandung dan tersungkur walau berkali, aku masih bangun dan berdiri dan melangkah tanpa pasti.

     kini, langkahku di sini.....masih mencongak simpang.  tapi aku redho pada ketentuanNya.  izinkahlah aku teruskan dengan apa yang tersisa, janganlah di sisihkan.

Sabtu, 13 April 2013

tawaku kian pudar

wajah pucat tak menampakkan seri
dalam redup pandang aku gelisah
menyelak mimpi
antara harapan permata dan tangisan hati
bilakah akan sinar
akan menampakkan diri

lemah berdiri
menongkah badai tanpa henti
dinding tabah ku terkoyak jua
ku tampal kanvas luka
tanpa janji sembuhnya

mampukah bertahan
benteng teguhku
selama mayaku ada
nurani tetap bernyawa
meniup membara

Isnin, 1 April 2013

redho itu indah

sejauh kembara hati
menyauk pelbagai umpanan hidup
kala cela
kala duka
saukkan tawa
saukkan kecewa
rantaian masa mengikat ku
dan yang terindah
hanya tawa di bibir
kala mata tak mampu ku layarkan
dalam bahtera mimpi
kalam ku menari
mengikut tari hati
di maya terukir indah
selari tuntutan
tapi
tika kalam ku patah
waktu kaki tersandung
tangis sepi tak mampu ku lindungi
merawat luka tertikam
andai aku pasrah
pasti luka ini terus merah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...