melapah rindu di danau kasih
tamu bertamu undang mengundang
namun yang tiba cuma duka
menjalar di taman hati
aku yang hampir bermukim
di daerah setia yang jauh terasing
papahlah lukaku bersama kasihmu
agar dapat ku bertahan
menjamah damainya cintamu
di lewat hadirku
Isnin, 26 Mac 2012
Ahad, 25 Mac 2012
bila hadirmu.....
tunas yg hampir mati itu
di simbah percikan embun
seketika dingin menyapa
ranting usang hampir rapuh
berdecik bunyi mematah
harapan hampir punah
kala semusim itu berlalu
mawar desa hilang dari kamusku
kini seri mawar itu kembali
menyeri taman hati
tapi durinya tak mampu ku elak
menikam dan berdarah
wajah tenang itu tu tatap dalam diam
wajah yang dulu melintas di mata
mulus senyum ku curi pandang
ku simpul mati di hati kecil
ku rantai tanpa kunci
aku, dia dan lagu
selamanya bersatu
dalam kenangan ku...
di simbah percikan embun
seketika dingin menyapa
ranting usang hampir rapuh
berdecik bunyi mematah
harapan hampir punah
kala semusim itu berlalu
mawar desa hilang dari kamusku
kini seri mawar itu kembali
menyeri taman hati
tapi durinya tak mampu ku elak
menikam dan berdarah
wajah tenang itu tu tatap dalam diam
wajah yang dulu melintas di mata
mulus senyum ku curi pandang
ku simpul mati di hati kecil
ku rantai tanpa kunci
aku, dia dan lagu
selamanya bersatu
dalam kenangan ku...
Jumaat, 23 Mac 2012
layarnya hati
bila airmata itu tak mampu ku lihat
ku singkap tirai tawa di hujung senja
ku sisip rindu yang bertandang
dari celahan jendela hati
ku undang persoalan yang bertamu
tanpa jawapan menjamu rasa
lelah penantian ku bawa mudik ke hulu
menyusur arus di tebing setia
berbalam cahaya rembulan
lewat perjalanan bermula
ku sauhkan kasih pada dingin di malam itu
ahhhh....keluhku tiada berarah
luka dan berdarah
terus terguris
toresan hati yang tak terubat
terbiar dalam sepi
ku singkap tirai tawa di hujung senja
ku sisip rindu yang bertandang
dari celahan jendela hati
ku undang persoalan yang bertamu
tanpa jawapan menjamu rasa
lelah penantian ku bawa mudik ke hulu
menyusur arus di tebing setia
berbalam cahaya rembulan
lewat perjalanan bermula
ku sauhkan kasih pada dingin di malam itu
ahhhh....keluhku tiada berarah
luka dan berdarah
terus terguris
toresan hati yang tak terubat
terbiar dalam sepi
Langgan:
Catatan (Atom)