matahari.....
dalam kelam sinarmu di bayang awan hitam
bebayang....
kian pudar jelmanya
lembayung hati.....
meneduh tangis
membendung limpahan resah
melukis garis senyum
dari bibir kering
tak bercahaya wajah
sesaat.....
luluh berderai
kecai memamah
membeku segala rasa
titipan....
luka kelmarin
sulamannya
perittttt
andai perlu...
bersauhkan bahagia
andai perlu...
menginjak luka
aku rela....
melepas layar ku
berombak menerjah gelora
tanpa kesal
Jumaat, 23 Mei 2014
Sabtu, 1 Mac 2014
pilu
jangan berdarah wahai jiwa
kala hatimu terluka
perit menelan
pahitnya
luahan terbuku
secangkir tuba dicurah
meresap dalam rekahan
penawar tak kunjung tiba
bernanah dan tersiat
melarat
kala hatimu terluka
perit menelan
pahitnya
luahan terbuku
secangkir tuba dicurah
meresap dalam rekahan
penawar tak kunjung tiba
bernanah dan tersiat
melarat
Isnin, 17 Februari 2014
.......aku keliru
longlai merebah tangis
retak bertabur
derai melebur
hati menyonsong hiba
sedetik melara jiwa
naluri wanita juga ibu
diseret gemalai sendu
tak mampu dimengertikan
sekuat dentuman di langit
menjerkah sepi
terpanah halilintar
nurani terbakar
namun terbiar
terlukis jua sinis senyuman
menutup sendu berkabung
terpaku dan lesu
retak bertabur
derai melebur
hati menyonsong hiba
sedetik melara jiwa
naluri wanita juga ibu
diseret gemalai sendu
tak mampu dimengertikan
sekuat dentuman di langit
menjerkah sepi
terpanah halilintar
nurani terbakar
namun terbiar
terlukis jua sinis senyuman
menutup sendu berkabung
terpaku dan lesu
Langgan:
Catatan (Atom)